Kesetiaan Dan Mimpi Lucarelli Mengembalikan Parma Ke Kasta Tinggi

21 Jun, 2017

Pada musim 2014/15, Parma finis di peringkat terbawah di Serie A. Parahnya lagi, masalah finansial dengan utang melebihi 200 juta Euro membuat I Ducali dinyatakan bangkrut dan dilempar ke Serie D – kasta keempat di sistem persepakbolaan Italia.

lucarelli

Lahir kembali dengan nama Parma Calcio 1913, pemilik dua titel UEFA Cup dan tiga trofi Coppa Italia serta runner-up Serie A 1996/97 itu bertekad untuk kembali ke kasta tertinggi. Setelah meraih dua promosi secara beruntun, mimpi Parma tersebut sepertinya bukan sekadar mimpi.

Itu semua tak lepas dari peran satu pemain mereka yang sangat setia, yakni kapten Alessandro Lucarelli.

Pada musim pertamanya di Serie D, dengan mantan pelatih Nevio Scala sebagai presiden klub, tentu saja setelah diwarnai eksodus besar-besaran para pemainnya, Parma meraih tiket promosi ke Lega Pro. Mereka menutup musim itu dengan 94 poin dari 38 pertandingan tanpa tersentuh kekalahan (28 kemenangan, 10 kali imbang).

Musim 2016/17 kemarin, Parma kembali naik kelas. Parma mengalahkan Alessandria 2-0 di final play-off promosi dan memastikan diri jadi salah satu tim peserta Serie B 2017/18.

Ada empat tim yang naik ke kasta kedua. Mereka adalah Venezia besutan Filippo Inzaghi, Cremonese, Foggia, dan Parma. Mimpi Lucarelli untuk membawa klub kesayangannya bangkit dari keterpurukan dan kembali ke Serie A semakin mendekati kenyataan.

Lucarelli memperkuat Parma sejak 2008. Sekarang, di usia 39, bek Italia itu sudah melalui banyak hal bersama Parma.

Saat Parma dilempar ke Serie D, hanya ada satu pemain yang bertahan. Lucarelli lah orangnya.

Lucarelli sejatinya mendapat tawaran dari sejumlah klub di level profesional, tapi dia menolak karena ingin terus bersama Parma. Lucarelli bertekad menjadi bagian dari reinkarnasi Parma.

“Saya sudah mati bersama klub ini dan saya ingin menjadi bagian dari kelahiran kembalinya,” kata Lucarelli waktu itu dalam wawancara dengan Parmafanzine.

“Saya menerima beberapa telepon dari klub-klub di level profesional, tapi saya tak peduli. Saya takkan mengingkari kata-kata saya.”

Lucarelli memegang teguh kata-katanya. Memimpin rekan-rekan barunya yang rata-rata usianya jauh lebih muda, Lucarelli membawa Parma selangkah lebih dekat ke Serie A.

Sebelum laga penentuan lolos tidaknya Parma ke Serie B, melawan Alessandria di Artemio Franchi, Firenze, Lucarelli bicara di depan rekan-rekannya. Dia menyampaikan rangkaian kata yang merasuk di hati mereka. Pidato pralaga dari itu terekam oleh kamera televisi.

About the author

Related Posts