Fakta Unik Timnas Indonesia U-20

23 May, 2017

 Timnas Futsal Indonesia U-20 baru saja membuat langkah besar dalam keikutsertaannya di Piala Asia Futsal U-20. Ardiansyah Runtuboy dan kawan-kawan sukses menyegel satu tempat untuk lolos ke babak perempat final.

591d472e3be56-timnas-futsal-indonesia-u-20_663_382

Tergabung di Grup B bersama tim kuat seperti Jepang, Timnas Futsal belum terkalahkan dari empat laga. Hasilnya, Timnas Futsal mengoleksi delapan poin dari empat laga. Poin tersebut didapatkan dua kali menang dan dua kali imbang.

Saat ini, Timnas Futsal masih harus menunggu hasil laga antara Vietnam melawan Jepang. Meski tidak berpengaruh dengan kelolosan ke perempat final, hasil laga tersebut akan jadi penentu Timnas Futsal berada di posisi puncak klasemen atau peringkat kedua.

Nah, kelolosan ini rupanya diiringi dengan beberapa fakta-fakta unik. Apa saja? Simak selengkapnya

Tidak Didampingi Pelatih Kepala

Langkah Timnas Futsal U-20 sebenarnya tidak cukup mulus. Sebelum berangkat ke Thailand untuk ambil bagian pada Piala Asia U-20, pelatih Victor Hermans menyatakan tidak bisa berangkat untuk mendampingi Ardiansah Runtuboy dan kawan-kawan.

Vic tidak bisa mendampingi Timnas Futsal karena ia masih punya masalah dengan Federasi Sepakbola Thailand (FAT). FAT diketahui masih punya tunggakan gaji Vic selama satu tahun. Vic menjabat sebagai pelatih Timnas Futsal Thailand pada periode 2012 hingga 2016.

Keputusan Vic untuk tidak datang ke Thailand diambil setelah ia berkonsultasi dengan pihak kuasa hukumnya.

Tanpa sang pelatih kepala, jadilah tonggak kepelatihan diambil alih oleh sang asisten, Yori van der Torren. Pelatih asal Belanda ini didampingi oleh Yos Adi Wicaksono dan Dhedy Ahadiat.

Yori van der Torren, Mantan Pemain Timnas Belanda

Meski hanya menjadi asisten bagi Victor Hermans, sejatinya reputasi Yori van der Torren tidak perlu diragukan lagi di pentas futsal Indonesia. Karirnya melesat saat mampu membawa tim SFC Planet Sleman promosi ke Pro Futsal League 2017.

Meski berkebangsaan Belanda, Yori sudah fasih berbahasa Indonesia. Yori sudah mulai menetap di Indonesia sejak tahun 2011 yang lalu.

Sebelum dikenal sebagai pelatih, Yori aktif sebagai pemain futsal. Karir pelatih berusia 30 tahun saat masih menjadi pemain boleh dibilang cukup gemilang. Yori pernah masuk dalam skuat Timnas Belanda dari level usia U-17, U-19, U-21, U-22 hingga senior.

Yori saat ini disebut-sebut sebagai idola baru di dunia futsal. Selain karena kemampuannya yang mumpuni, pelatih yang menyandang gelar Magister di bidang sains ini juga punya paras yang rupawan.

About the author

Related Posts