Curahan Hati Ultras Curva Sud Milan Atas Situasi Donnarumma

24 Jun, 2017

 

Sudah wajar jika fans AC Milan kecewa berat terhadap Gianluigi Donnarumma. Kiper muda bertalenta itu memutuskan untuk tidak memperpanjang kontraknya di Milan. Hampir bisa dipastikan Donnarumma akan hengkang, jika bukan musim ini, musim depan.

Hasil gambar untuk donnarumma

Ada alasan mengapa Milanisti begitu kecewa terhadap Donnarumma. Sejak menjadi kiper utama, Donnarumma selalu mengatakan bahwa ia adalah seorang Milanista. Ia punya cita-cita untuk terus bermain bagi Milan dan suatu saat menjadi kapten Rossoneri. Bukan sekali-dua kali Donnarumma terlihat mencium badge Milan.

Tak butuh waktu lama, fans Milan pun langsung mencurahkan cintanya kepada bocah muda itu. Mereka bahkan menciptakan nyanyian khusus untuk Donnarumma, sesuatu yang hanya dilakukan Ultras terhadap pemain yang istimewa di Milan. Jadi, keputusan Donnarumma untuk tidak memperpanjang kontraknya bisa dianggap sebagai sebuah pengkhianatan.

Ultras terutama sangat marah terhadap agen Donnarumma; Mino Raiola. Terlebih lagi, Raiola barusan menggelar konferensi pers untuk menjelaskan keputusan Donnarumma itu. Raiola mengatakan bahwa Milan sudah mengancam Donnarumma sehingga sang pemain tak bisa bertahan lagi.

Situasi ini membuat Ultras Curva Sud jengah. Mereka pun menulis surat terbuka untuk menyuarakan pikiran mereka.

Setelah Presiden Italia Sergio Mattarella pada 31 desember, sekarang giliran Raiola untuk berbicara di semua channel olahraga. Tentu saja ia melakukannya dengan para jurnalisnya, dengan berbagai pertanyaan yang sebelumnya sudah dicatat dan disetujui karena konpers itu tak boleh menjadi debat dengan pertanyaan yang sesungguhnya. Aneh saja melihat Raiola yang biasanya menghindari pers tiba-tiba membuka pintu lebar-lebar untuk menyelamatkan diri.

Aneh mendengar kata-kata seperti ‘situasi tak bersahabat’, ‘memaksa’, ‘ancaman’ saat klub menawarkan 25 juta euro selama lima tahun, ban kapten, serta waktu enam bulan untuk memikirkannya. Mereka masih merasa tak diberi cukup waktu. Aneh saja ada yang merasa diperlakukan tidak bersahabat ketika ia menjadi pemain Milan pertama selama bertahun-tahun yang mendapatkan lagu dari fans. Dia juga tahu mendapatkan banyak cinta dari setiap fan Milan.

Aneh saja mendengar dari Raiola bahwa tak ada pembicaraan soal gaji atau durasi kontrak. Mungkin karena ia merasa ingin mendapatkan kompensasi, hal-hal yang penting menjadi tak punya nilai. Aneh saja melihat Raiola yang fasih berbahasa Italia dan berbudaya tidak mengerti arti banner yang ia bicarakan. Aneh melihat agen hebat seperti dia tidak bisa memberikan yang terbaik bagi kliennya”

Gianluigi Donnarumma. Kiper muda bertalenta itu memutuskan untuk tidak memperpanjang kontraknya di Milan. Hampir bisa dipastikan Donnarumma akan hengkang, jika bukan musim ini, musim depan.

Ada alasan mengapa Milanisti begitu kecewa terhadap Donnarumma. Sejak menjadi kiper utama, Donnarumma selalu mengatakan bahwa ia adalah seorang Milanista. Ia punya cita-cita untuk terus bermain bagi Milan dan suatu saat menjadi kapten Rossoneri. Bukan sekali-dua kali Donnarumma terlihat mencium badge Milan.

Tak butuh waktu lama, fans Milan pun langsung mencurahkan cintanya kepada bocah muda itu. Mereka bahkan menciptakan nyanyian khusus untuk Donnarumma, sesuatu yang hanya dilakukan Ultras terhadap pemain yang istimewa di Milan. Jadi, keputusan Donnarumma untuk tidak memperpanjang kontraknya bisa dianggap sebagai sebuah pengkhianatan.

Ultras terutama sangat marah terhadap agen Donnarumma; Mino Raiola. Terlebih lagi, Raiola barusan menggelar konferensi pers untuk menjelaskan keputusan Donnarumma itu. Raiola mengatakan bahwa Milan sudah mengancam Donnarumma sehingga sang pemain tak bisa bertahan lagi.

Situasi ini membuat Ultras Curva Sud jengah. Mereka pun menulis surat terbuka untuk menyuarakan pikiran mereka.

Setelah Presiden Italia Sergio Mattarella pada 31 desember, sekarang giliran Raiola untuk berbicara di semua channel olahraga. Tentu saja ia melakukannya dengan para jurnalisnya, dengan berbagai pertanyaan yang sebelumnya sudah dicatat dan disetujui karena konpers itu tak boleh menjadi debat dengan pertanyaan yang sesungguhnya. Aneh saja melihat Raiola yang biasanya menghindari pers tiba-tiba membuka pintu lebar-lebar untuk menyelamatkan diri.

Aneh mendengar kata-kata seperti ‘situasi tak bersahabat’, ‘memaksa’, ‘ancaman’ saat klub menawarkan 25 juta euro selama lima tahun, ban kapten, serta waktu enam bulan untuk memikirkannya. Mereka masih merasa tak diberi cukup waktu. Aneh saja ada yang merasa diperlakukan tidak bersahabat ketika ia menjadi pemain Milan pertama selama bertahun-tahun yang mendapatkan lagu dari fans. Dia juga tahu mendapatkan banyak cinta dari setiap fan Milan.

Aneh saja mendengar dari Raiola bahwa tak ada pembicaraan soal gaji atau durasi kontrak. Mungkin karena ia merasa ingin mendapatkan kompensasi, hal-hal yang penting menjadi tak punya nilai. Aneh saja melihat Raiola yang fasih berbahasa Italia dan berbudaya tidak mengerti arti banner yang ia bicarakan. Aneh melihat agen hebat seperti dia tidak bisa memberikan yang terbaik bagi kliennya”

About the author

Related Posts