Alasan Pep Harus Kembali Ke Barcelona

28 Jun, 2017

 Josep Guardiola akan selalu dikenang sebagai salah satu pelatih Barcelona yang paling sukses. Pria asal Spanyol itu telah berhasil mempersembahkan 13 trofi selama empat tahun di klub Catalan.

Hasil gambar untuk pep guardiola

Namun, karir kepelatihan Guardiola sekarang bak roller coaster setelah meninggalkan Camp Nou. Usai meraih kesuksesan bersama Bayern Munchen, Guardiola kini mengalami kesulitan di Manchester City.

Banyak yang menyarankan pria berusia 46 tahun itu kembali ke Barcelona untuk meraih kesuksesan bersama lagi. Bukan hanya untuk dirinya sendiri dan juga klub, kembalinya Guardiola ke Barcelona juga bagus untuk sepakbola.

Josep Guardiola membuat keputusan yang cukup sensasional di Manchester City. Setelah mendepak Joe Hart ke Italia, Guardiola mencoret Sergio Aguero untuk memberi ruang kepada Gabriel Jesus. Selain itu Guardiola juga mengganti-ganti formasi setiap pekan dan bahkan memainkan Jesus Navas sebagai bek kanan.

Namun, Guardiola melakukan hal itu semata-mata untuk membuat timnya berkembang meski mendapat cibiran dari banyak orang. Bahkan di Bayern, kisah tentang kesuksesannya sering kali dibumbui dengan masalah ruang ganti yang diciptakan oleh media.

Agar benar-benar merasa dicintai lagi, semua kecemerlangannya dipresiasi dan kesalahan kecilnya dimaafkan, Guardiola harus kembali ke Barcelona. Tidak ada stadion di belahan dunia manapun yang akan memiliki banyak cinta untuk Guardiola selain Camp Nou dan dia pasti merindukan hal itu.

Sudah bukan rahasia lagi kalau Guardiola punya hubungan yang erat dengan Messi. Messi pasti akan menjadi yang terbaik di bawah pelatih manapun, tapi didikan Guardiola membantu Messi mengeluarkan kemampuan terbaiknya.

Di tempat lain, Neymar sedang mencoba mengangkat namanya sejajar dengan Messi-Ronaldo. Setelah menjadi bintang bersama timnas Brasil, Neymar masih bisa lebih baik lagi bersama Barcelona. Mengingat Luis Suarez, Ronaldo dan Messi sudah memasuki usia tiga puluhan, kini saatnya Neymar maju dan menetapkan statusnya sebagai pemain top di Barcelona dan di dunia.

Setelah menjadi pemain terbaik Argentina selama beberapa tahun, banyak yang mengharapkan Guardiola bisa memoles Neymar menjadi sehebat Messi. Dengan kualitasnya, Neymar belum menjadi mesin gol yang kejam seperti Messi atau Ronaldo. Guardiola akan menjadi pelatih yang sempurna untuk mengeluarkan semua kemampuan terbaik Neymar.

Bagi Real Madrid, proses merekrut pelatih seringkali sangat sederhana. Pergi, dapatkan pelatih terbaik yang ada di dunia, selesai. Tapi bagi Barcelona, hal ini menjadi sedikit lebih rumit. Ambil contoh Gerardo Martino yang menemui kesulitan karena bukan bagian dari sejarah klub.

About the author

Related Posts